BRISyariah: Bank Ritel Modern Inklusif

 




Bogor (19/04/2011). BRISyariah akan semakin diterima masyarakat disamping menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan komunitas juga karena memenuhi kriteria bank ritel modern. Demikian pokok pikiran Ventje Rahardjo, Direktur Utama Bank BRISyariah, mengenai bank ritel yang disampaikan dalam acara CEO Forum yang diikuti sivitas akademika MM-IPB di Auditorium Mahoni, Kampus Manajemen & Bisnis, Bogor pada tanggal 19 April 2011.  Hadir pada kesempatan itu selain para mahasiswa Pascasarjana MM-IPB, juga para dosen dan guru besar dilingkungan MM-IPB.

Ventje Rahardjo,  dalam materi kuliah umum yang mengupas Sharia banking, is it exclusive for Moslem?, mengungkapkan konsep perbankan syariah yang merupakan sebuah konsep sistem perbankan yang didasarkan pada  ethical-value dan community value. Sehingga dalam perbankan syariah sangat kental warna kemitraan untuk tumbuh kembang bersama dalam sebuah komunitas dan masyarakat sekitarnya. Konsep ini berkembang sebelum lahirnya Islam.  Dengan kata lain bank syariah berawal dari suatu sistem perbankan yang berlaku secara inklusif sehingga dapat diterima seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai kelebihannya. ‘’Bank syariah menjadi kental dan menjadi label milik orang Islam karena Islam berhasil membuat business model yang detail tentang tata cara perbankannya‘’, ungkap Ventje Rahardjo.   

Dengan demikian Ventje Rahardjo berharap bank syariah, khususnya BRISyariah, dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk kalangan non muslim seperti halnya  di Inggris, Islamic Bank yang lebih dikenal dengan ethical bank dapat diterima seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu BRISyariah, sebagai bank ritel modern secara terus menerus mengembangkan  lima  elemen yang menjadi indikator konsep bank ritel modern, yaitu, Performance-oriented corporate leadership, Sophisticated marketing and sales, Differentiated and efficient distribution, Cost efficient processes and IT dan Superior credit policy and skills.  
 
Lebih lanjut menurut Ventje Rahardjo kelima elemen tersebut diaplikasikan dan disempurnakan pada BRISyariah.  Dan, dalam waktu relatif singkat menurut bankir yang sebelum menjabat Direktur Utama di BRISyariah pernah menjabat sebagai Managing Director di bank-bank BUMN dan swasta,  BRISyariah diharapkan dapat bersaing dan bahkan mengungguli bank konvensional dalam bank ritel. ‘’Dalam konsep bank ritel kelima elemen tersebut harus dipenuhi, tidak terkecuali bagi bank syariah. Antara syariah dan konvensional perbedaannya hanya pada tingkat operasional yang dianut oleh masing-masing bentuk bank tersebut’’, tegasnya.  

Sebagai informasi BRISyariah yang mengusung tagline Bersama Wujudkan Harapan Bersama, menitikberatkan pasarnya pada individu dan bisnis wirausaha baik skala kecil maupun menengah. Untuk kedua segmen tersebut, BRISyariah menyediakan serangkaian produk dan jasa perbankan berbasis syariah yang secara garis besar dikelompokan dalam 3 kategori. Yaitu Produk Penghimpunan Dana (Tabungan BRISyariah iB, Giro BRISyariah iB, Deposito BRISyariah iB, Tabungan BRISyariah Haji iB dan Tabungan Perencanaan BRISyariah iB), Produk Penyaluran Dana (Pembiayaan Komersil BRISyariah iB, Pembiayaan Ritel BRISyariah iB, Mikro BRISyariah iB, Pembiayaan Linkage/Kemitraan dan Pembiayaan Konsumer) dan Produk Akses (Remittance BRISyariah iB, Mini Banking, Mobile Banking/SMS Banking BRISyariah iB, Internet Banking BRISyariah iB, ATM/EDC/Telephone Banking).